Mahasiswa WDH Lakukan Observasi dan Uji Coba Tongkat Sensor Ultrasonik sebagai Inovasi Mobilitas Inklusif
Published on: 9 Jan 2026

Visi, mision
Jumat, 09 Januari 2026 Mahasiswa Keperawatan STIKes Widya Darma Husada (WDH) melaksanakan kegiatan observasi dan pengujian hasil penelitian berupa tongkat sensor ultrasonik sebagai alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas netra. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan kampus sebagai bagian dari tahapan uji lapangan terhadap inovasi yang telah mereka kembangkan.

Tongkat sensor ultrasonik tersebut dirancang untuk membantu pengguna dalam mendeteksi keberadaan objek di sekitar melalui teknologi sensor jarak, sehingga dapat meningkatkan kemandirian, keamanan, dan kepercayaan diri dalam beraktivitas. Dalam kegiatan ini, mahasiswa WDH secara langsung mempraktikkan penggunaan alat, sekaligus melakukan evaluasi terhadap akurasi sensor, kenyamanan penggunaan, serta respons alat dalam berbagai kondisi lingkungan.

Selama proses observasi, mahasiswa didampingi oleh tim LLD Kabid Layanan Informasi Ibu Putri Wulandari, S.E., M.Ak. yang memastikan bahwa tahapan uji coba berjalan sesuai dengan prosedur penelitian. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang telah dipelajari dengan praktik nyata di lapangan.
Ibu Putri Wulandari, S.E., M.Ak. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen lembaga dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi ramah disabilitas. “Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa WDH yang tidak hanya menjadi subjek, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan teknologi asistif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tongkat sensor ultrasonik yang dikembangkan dapat terus disempurnakan dan berpotensi untuk diimplementasikan secara lebih luas. Lembaga Layanan Disabilitas berkomitmen untuk terus mendukung penelitian, inovasi, dan kegiatan akademik yang berorientasi pada prinsip kesetaraan, aksesibilitas, dan inklusivitas di lingkungan perguruan tinggi.




